Sunday, March 13, 2011

Pengalaman mendekati pesakit kanser

Sudah dua kali jumaat aku bersama Dr Laili, bossku menziarahi pesakit di wad paliatif. Kami ingin mendekati pesakit kanser untuk berkongsi rasa serta memberikan sokongan moral dan spiritual kepada mereka yang kebanyakkannya sudah di tahap akhir. Disamping tu boleh juga menyedarkan diri ini tentang nikmat kesihatan yang Allah berikan dan bersyukur di atas segala nikmat yang Allah berikan. 

Pengalaman bertemu dengan adik Syamir sangat menyentuh hatiku. Kali pertama berjumpa dia dalam keadaan lemah dan menanggung kesakitan. Dia ditemani Suhana, kakaknya. Syamir, berumur 17 tahun, tengah menunggu keputusan SPM. Beliau disahkan mengidap kanser NPC ketika berumur 15 tahun. Telah menjalani rawatan radioterapi. Kini kanser telah merebak ketulang belakang dan pahanya. Kesian mendengarnya.

Kali kedua kami bertemunya, adik Syamir kelihatan ceria dan tersenyum. Kali ini dia ditemani ibu tercinta yang telah bercuti separuh gaji untuk menjaganya. Dalam keadaan sakit, dia masih tetap mengerjakan solat. Bila diingatkan supaya tetap bersabar di atas ujian Allah ini, dia berkata  "tubuh kita hanyalah pinjaman daripada Allah. Allah akan ambil bila-bila masa saja." Begitu positif sekali kata-kata yang dituturkan oleh adik Syamir di atas apa yang diberikan Allah kepadanya. Ketabahan jelas tergambar diwajahnya.

Semoga adik Syamir terus diberikan kekuatan and ketabahan oleh Allah untuk menjalani kehidupan ini.

Tuesday, March 8, 2011

Mencipta Syurga Rumah Tangga

Keamanan dan kesejahteraan dunia yang luas ini bermula daripada keharmonian sebuah rumah tangga. Oleh sebab itulah Allah SWT telah menegaskan dalam maksud firmanNya : "Selamatkanlah dirimu dan keluargamu daripada api neraka".. baca SOLUSI No.29

Tuesday, March 1, 2011

Tazkirah dari pohon mangga

Pohon mangga yang ditanam suamiku di hadapan rumah sudah berusia lebih kurang 3 tahun. Pohonnya boleh dikatakan sangat rendang, lebat daunnya. Tapi bila diingat-ingatkan baru sekali pohon mangga itu berbuah;  itu pun hanya 3 biji. Sudah beberapa kali dicantas dahannya untuk mengelakkan terlebih rendang sehingga menyentuh pagar depan rumah dan menyusahkan abang posmen mencari alamat rumah. 

Pohon mangga jiran pula, taklah berapa rendang dan masih muda usianya. Tapi sudah beberapa kali berbuah. Melihatkan perbezaan yang sangat ketara ini maka kami pun merasakan sudah tiba masanya untuk pohon mangga itu ditebang kerana tidak memberikan hasil selama ini. Tetapi terfikir juga, walaupun ia tidak berbuah tetapi masih lagi dapat memberikan bekalan oksigen kepada kami. Dan juga menjadi tempat burung membuat sarang dan berehat.

Suamiku membuat keputusan untuk menebang saja pohon mangga tersebut. Dengan penuh bersemangat sekali dia meghayunkan pisau ke batang mangga. Terkoyaklah lapisan kulitnya... dengan niat untuk membunuh pohon mangga secara perlahan-lahan. 

Kalaulah kami dapat mendengar rintihan pohon mangga, alangkah sedihnya rasa hati.
"Aduh! aduh!, sakitnya. Sampai hati kalian ingin menebang saya." Agaknya begitulah bunyinya rintihan pohon mangga yang malang.

Selang beberapa hari, alangkah terkejutnya apabila kami dapati pohon mangga mengeluarkan pucuk dan juga gugusan bunga yang banyak. Eh.. ingatkan akan mati..Rupanya pantang mati sebelum ajal.

Tadi aku mengira bilangan buah mangga yang dihadiahkan pohon mangga yang malang; lebih kurang 40 biji semuanya. Banyak tu..

Alangkah baiknya pohon mangga, menghadiahkan buah yang banyak walaupun badannya disakiti .... Kita pula bagaimana? 

 

Tuesday, February 22, 2011

233 Tewas, Ratusan Luka-Luka di Libya

Senin, 21/02/2011 [eramuslim.com]
Para penentang Presiden Muammar Gadhafi menginginkan Libya seperti Tunisia dan Mesir, di mana para penguasa mereka mengundurkan diri. Muammar Gadhafi sudah berkuasa selama 42 tahun. Ini sejarah kekuasaan yang panjang oleh seorang penguasa di kawasan Afrika Utara. Sementara itu, Saif al-Islam, orang kedua sesudah Gadhafi memperingatkan, jika aksi protes tidak berhenti, maka Libya akan jatuh pada perang saudara, antara penentang pemerintah dan pendukung pemerintah.

Menurut Human Right Watch jumlah yang tewas sudah mencapai 233 orang, dan ratusan lainnya yang mengalami luka-luka. Seorang saksi mata, menuturkan bahwa terjadi 'genocide' (pembantaian) oleh pasukan militer Libya terhadap para penentang Gadhafi. Pernyataan para saksi mata itu, dibenarkan oleh Human Right Watch,yang mengunjungi rumah-rumah sakit yang ada di Benghazie, di mana ratusan korban yang masih berada di rumah sakit itu.

Masih terdengar tembakan sporadis sepanjang hari Minggu malam sampai Senin pagi yang dilakukan oleh aparat militer yang menggunakan senjata otomatis. Aksi gerakan menentang pemimpin Libya itu, sudah memasuki gerbang kota Tripoli, yang menjadi pusat pemerintahan Libya. Ini pertama kali gerakan aksi protes menjalar ke ibukota yang menjadi pusat pemerintahan. Semula gerakan aksi protes hanya berpusat di kota Benghazi, tetapi aksi tidak dapat dibendung dan sekarang telah memasuki ibukota Tripoli.

Senin pagi, sekitar 500 orang yang melakukan aksi protes mendatangi gedung tempat operet Korea Selatan dekat Tripoli, melukai 17 pekerja, dan bentrok dengan penjaga gedung milik KoreaSelatan. Saif al-Islam,anak kedua tertua Gadhafi, berbicara di telivisi, mengajukan proposal reformasi menuju kehidupan yang demokratis di negeri itu, dan memperingatkan bila aksi protes itu tidak berhenti, dikawatirkan akan terjadi perang saudara, tegasnya.
"Kami berbicara dengan sangat rasional, kami bisa menghentikan pertumpahkan darah, kami dapat bergandengan tangan untuk Libya", tegas Saif al-Islam. "Tetapi, jika aksi protes ini terus berlanjut, lupakan demokrasi, lupakan reformasi, dan akan ada perang saudara", tambahnya.
 
Minggu, pemerintah pusat kehilangan kontrol atas Benghazi, kota kedua terbesar di Libaya, sesudah ibukota Tripoli telah jatuh ke tangan para penentang pemerintah. Benghazi jatuh atas dukungan sejumlah perwira militer Libya yang menentang Gadhafi. 'Benghazi telah bebas dan merdeka dari tiran", ujar seorang peserta aksi protes. "Tidak lama lagi negeri ini akan bebas dari kekuasaan Gadhafi", tambah mereka. (mh/cnn)

Tuesday, February 15, 2011

Seribu syukur

Alhamdulillah, ungkapan yang meniti di bibir bilamana Allah masih memberikan peluang untuk menghirup udara segar  di pagi hari yang sangat bersejarah ini. Tanggal 12 Rabiulawal, suatu tarikh yang sangat istimewa dalam sejarah islam. Tanggal dimana lahirnya junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, kekasih ALLAH.
Marilah kita merenung dan  menghayati kehidupan Rasulullah s.a.w.  mudah-mudahan menjadi ikutan kita bersama....

Rasulullah dikenal sebagai pemimpin. Datang kepada beliau unta-unta penuh muatan, zakat emas dan perak. Dengan kekuasaan yang sangat besar ini, bagaimanakah cara makan Rasulullah? Samakah dengan para pemimpin dan para raja umumnya? Jangan terkejut bahawa sebenarnya Rasulullah tidak pernah kenyang. Makan hanya sekadarnya saja, bahkan beliau sering kekurangan makanan sehingga memaksanya untuk berpuasa.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a beliau berkata,
" Keluarga Muhammad belum pernah kenyang dari roti dan gandum selama dua hari berturut-turut sampai Rasulullah meninggal."  (HR Muslim)

Bahkan kerapkali Rasulullah tidur tanpa sesuatu mengisi perutnya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas,
" Sesungguhnya Rasulullah mangakhiri malam-malamnya tanpa makan malam, kalaupun ada roti, itupun roti kering yang dibuat dari gandum." (HR Muslim)

Masaalahnya bukan kekurangan. Akan tetapi, seringkali harta melimpah datang, baik melalui rampasan perang maupun lainnya, namun kerana Allah telah membimbing beliau kepada kesempurnaan akhlak.
Dengan makanan yang sangat sedikit ini, beliau banyak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. 

Bagaimana dengan cara makan kita?