Tuesday, February 22, 2011

233 Tewas, Ratusan Luka-Luka di Libya

Senin, 21/02/2011 [eramuslim.com]
Para penentang Presiden Muammar Gadhafi menginginkan Libya seperti Tunisia dan Mesir, di mana para penguasa mereka mengundurkan diri. Muammar Gadhafi sudah berkuasa selama 42 tahun. Ini sejarah kekuasaan yang panjang oleh seorang penguasa di kawasan Afrika Utara. Sementara itu, Saif al-Islam, orang kedua sesudah Gadhafi memperingatkan, jika aksi protes tidak berhenti, maka Libya akan jatuh pada perang saudara, antara penentang pemerintah dan pendukung pemerintah.

Menurut Human Right Watch jumlah yang tewas sudah mencapai 233 orang, dan ratusan lainnya yang mengalami luka-luka. Seorang saksi mata, menuturkan bahwa terjadi 'genocide' (pembantaian) oleh pasukan militer Libya terhadap para penentang Gadhafi. Pernyataan para saksi mata itu, dibenarkan oleh Human Right Watch,yang mengunjungi rumah-rumah sakit yang ada di Benghazie, di mana ratusan korban yang masih berada di rumah sakit itu.

Masih terdengar tembakan sporadis sepanjang hari Minggu malam sampai Senin pagi yang dilakukan oleh aparat militer yang menggunakan senjata otomatis. Aksi gerakan menentang pemimpin Libya itu, sudah memasuki gerbang kota Tripoli, yang menjadi pusat pemerintahan Libya. Ini pertama kali gerakan aksi protes menjalar ke ibukota yang menjadi pusat pemerintahan. Semula gerakan aksi protes hanya berpusat di kota Benghazi, tetapi aksi tidak dapat dibendung dan sekarang telah memasuki ibukota Tripoli.

Senin pagi, sekitar 500 orang yang melakukan aksi protes mendatangi gedung tempat operet Korea Selatan dekat Tripoli, melukai 17 pekerja, dan bentrok dengan penjaga gedung milik KoreaSelatan. Saif al-Islam,anak kedua tertua Gadhafi, berbicara di telivisi, mengajukan proposal reformasi menuju kehidupan yang demokratis di negeri itu, dan memperingatkan bila aksi protes itu tidak berhenti, dikawatirkan akan terjadi perang saudara, tegasnya.
"Kami berbicara dengan sangat rasional, kami bisa menghentikan pertumpahkan darah, kami dapat bergandengan tangan untuk Libya", tegas Saif al-Islam. "Tetapi, jika aksi protes ini terus berlanjut, lupakan demokrasi, lupakan reformasi, dan akan ada perang saudara", tambahnya.
 
Minggu, pemerintah pusat kehilangan kontrol atas Benghazi, kota kedua terbesar di Libaya, sesudah ibukota Tripoli telah jatuh ke tangan para penentang pemerintah. Benghazi jatuh atas dukungan sejumlah perwira militer Libya yang menentang Gadhafi. 'Benghazi telah bebas dan merdeka dari tiran", ujar seorang peserta aksi protes. "Tidak lama lagi negeri ini akan bebas dari kekuasaan Gadhafi", tambah mereka. (mh/cnn)

Tuesday, February 15, 2011

Seribu syukur

Alhamdulillah, ungkapan yang meniti di bibir bilamana Allah masih memberikan peluang untuk menghirup udara segar  di pagi hari yang sangat bersejarah ini. Tanggal 12 Rabiulawal, suatu tarikh yang sangat istimewa dalam sejarah islam. Tanggal dimana lahirnya junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w, kekasih ALLAH.
Marilah kita merenung dan  menghayati kehidupan Rasulullah s.a.w.  mudah-mudahan menjadi ikutan kita bersama....

Rasulullah dikenal sebagai pemimpin. Datang kepada beliau unta-unta penuh muatan, zakat emas dan perak. Dengan kekuasaan yang sangat besar ini, bagaimanakah cara makan Rasulullah? Samakah dengan para pemimpin dan para raja umumnya? Jangan terkejut bahawa sebenarnya Rasulullah tidak pernah kenyang. Makan hanya sekadarnya saja, bahkan beliau sering kekurangan makanan sehingga memaksanya untuk berpuasa.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a beliau berkata,
" Keluarga Muhammad belum pernah kenyang dari roti dan gandum selama dua hari berturut-turut sampai Rasulullah meninggal."  (HR Muslim)

Bahkan kerapkali Rasulullah tidur tanpa sesuatu mengisi perutnya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas,
" Sesungguhnya Rasulullah mangakhiri malam-malamnya tanpa makan malam, kalaupun ada roti, itupun roti kering yang dibuat dari gandum." (HR Muslim)

Masaalahnya bukan kekurangan. Akan tetapi, seringkali harta melimpah datang, baik melalui rampasan perang maupun lainnya, namun kerana Allah telah membimbing beliau kepada kesempurnaan akhlak.
Dengan makanan yang sangat sedikit ini, beliau banyak bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya. 

Bagaimana dengan cara makan kita?